Kemudian saya mencoba untuk berhenti, menenangkan pikiran dan berdiam dengan cukup mendalam.

Banyak hal di dunia ini yang ternyata tidak dapat dan tidak mungkin untuk dimengerti, akan segala sesuatu yang tidak henti-hentinya dipertanyakan oleh jiwa-jiwa dari orang-orang benar dan mereka yang selalu berusaha hidup dengan cara yang benar.

Bukankah “Ia selalu hadir di dalam setiap sudut kehidupan manusia, membimbing anak-anaknya menuju jalan kebaikan dan kebenaran?”lalu mengapa semua hal buruk tetap terjadi?

Filosofi Perjalanan
Filosofi Perjalanan

Dari semua literatur yang pernah saya baca dan renungkan dengan sungguh-sungguh, saya menemukan bahwa Tuhan telah mengijinkan segala sesuatunya untuk terjadi, entah itu baik entah itu buruk menurut pandangan manusia.

Dan timbul sebuah pertanyaan yang lain, “Mengapa Tuhan mengijinkan?”

Hal tersebut kemudian menghanyutkan akal saya kepada sebuah tahap ketidaktahuan mutlak, sebuah titik absolut yang tidak mungkin untuk saya mengerti. Saya tidak mendapatkan apapun dari segala sesuatu yang sedang saya cari.

Seperti kata-kata yang tertulis;

Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.

Misteri Tuhan begitu luas seperti samudera yang tak bertepi, sedangkan otak manusia sangatlah terbatas.

Sama halnya dengan sumur-sumuran yang dibuat oleh seorang anak kecil di pinggir sebuah pantai, manusia tidak akan pernah dapat memasukkan seluruh isi lautan kedalamnya.