Tidak ada yang perlu dikejar, tidak ada yang perlu dirisaukan, biarkan semuanya berjalan sebagaimana mestinya.

Cuaca di tempat ini sangatlah tangguh, begitu sulit untuk bisa di tebak, terkadang hari akan terasa panas, terkadang terasa sangat panjang. Uap-uap air segera berterbangan memenuhi udara, di atas jalanan seusai titik-titik hujan turun menyapa, sebentar datang sebentar pergi, sebentar datang lagi. Pada pagi dan di malam hari udara berhembus dengan tenang, bintang-bintang bertebaran dengan bebas di langit, jernih meluas tak berbatas.

Bagi saya yang baru saja menepi dari segala hingar bingar keriuhan ibu kota, sangatlah terasa bahwa kehidupan disini berjalan dengan irama yang berbeda.

Pemandangan dari tempat tertinggi di ujung dusun Bena
Pemandangan dari tempat tertinggi di ujung dusun

Dusun ini terletak di kaki gunung Inerie, Flores pada wilayah bagian selatan, masyarakat yang ada hidup dan tinggal berdampingan dekat dengan alam. Sebuah tempat yang tenang untuk sejenak menjernihkan pikiran.

Batu Megalitikum
Batu Megalitikum di tengah desa

Tidak banyak hal berubah selama ratusan tahun berlalu, jajaran rumah adat terlihat memanjang dengan megah, begitu juga dengan batu-batu megalitikum yang ada disana, berdiri tegak ditengah-tengah desa sebagai simbol dan penanda.

Dusun Bena Bajawa

Bena, adalah sebuah tempat yang subur dengan kenekaragaman hayati yang begitu mirip dengan Jawa, hiasan gambar serta pajangan tanduk kerbau di depan rumah menyerupai budaya Toraja serta atap rumah dari ilalang seperti yang ada di desa Sade-Lombok.

Potrait CA. 2017

Untukmu anakku, bila waktumu sudah tiba, datanglah juga ke tempat ini, jelajahi tempat-tempat eksotis lainnya. Flores akan menantikan kedatanganmu suatu saat nanti.

Salam dari bapak dari sini.