Seorang warga yang sudah terlanjur datang, mencatat nomor penting untuk pendaftaran secara online di gedung Disdukcapil Kab. Bekasi
Seorang warga yang sudah terlanjur datang, mencatat nomor penting untuk pendaftaran secara online di gedung Disdukcapil Kab. Bekasi

Pandemi saat ini berdampak besar pada semua sektor layanan dan usaha, hal-hal yang umumnya di kerjakan dengan kegiatan bertatap muka, sudah tidak dapat dilakukan secara normal. Di sisi, lain pemerintah juga telah memberlakukan sebuah tatanan kehidupan yang baru yang di sebut sebagai “new normal” yang kemudian di revisi lagi menjadi “adaptasi kebiasan baru”.

Adaptasi kebiasan baru tersebut meliputi kebiasaan baru yang harus di terapkan dalam kegiatan sehari-hari, seperti diantaranya;

  1. Menjaga jarak,
  2. Tetap memakai masker saat berada di luar rumah atau fasilitas umum.
  3. Dan rajin mencuci tangan dengan baik.

Lalu bagaimana dengan layanan umum kependudukan bagi masyarakat, seperti pembuatan KK, akta kelahiran, akta kematian, dll.

Khusus untuk yang tinggal di daerah kabupaten Bekasi, berikut sharing pengalaman yang sudah saya alami dalam mengurus akta kelahiran anak dan Kartu Keluarga (baru).


Kantor disdukcapil tutup selama pandemi

Kantor disdukcapil kabupaten Bekasi di tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan, dimulai sejak 18 Maret 2020, untuk semua pelayanan ADMINDUK, pencatatan sipil dan proses pelayanan legalisir.

Alamat kantor : Komplek Perkantoran Pemerintah, Sukamahi, Kec. Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat 17530.

website : https://disdukcapil.bekasikab.go.id/

Pelayanan Online

Semua pelayanan kependudukan di alihkan dengan menggunakan sistem online, via WA (Whatshapp), namun dengan catatan (hanya untuk hal mendesak seperti pengurusan jaminan kesehatan rumah sakit, klaim pembayaran reimbuse, kematian, dll.)


Nomor penting

  1. Pelayanan KK
    0878 8981 1874
  2. Pelayanan pindah datang
    0852 8389 3030
  3. Pelayanan akta kelahiran dan kematian
    0813 8191 4314
  4. Akta perkawinan & akta perceraian
    0812 8434 0734

Persyaratan pembuatan akta kelahiran.

Apa saja yang perlu di siapkan sebagai persyaratan pembuatan akta kelahiran anak.

  1. Form 2.01, form ini di isi dikeluarkan oleh desa kelurahan setempat. Anda perlu ke RT/RW dulu untuk mengurus surat keterangan pengantar, surat ini diperlukan saat pengajuan di desa.
  2. KK (Kartu keluarga) – Nnama anak yang akan dibuatkan akta kelahiran harus sudah masuk ke dalam KK.
  3. Surat kelahiran (dari rumah sakit)
  4. Akta nikah (legalisir tahun 2020-wajib)
  5. KTP elektronik suami dan istri
  6. KTP elektronik saksi
  7. KTP elektronik tidak di pisah (item no.5 dan 6), dan dijadikan 1 file

Persyaratan pembuatan (KK) Kartu Keluarga (perbaruan)

  1. Form permohonan Kartu keluarga (Dikeluarkan oleh desa, sama halnya dengan pembuatan akta, anda harus ke RT /RW untuk mendapatkan surat pengantar)
    • Formulir F-1.15 (Formulir permohonan KK Baru WNI)
    • Formulir F.-1.01 (formulir biodata penduduk WNI)
    • Formulir F.-2.01 (surat keterangan kelahiran)
  2. KK asli (kartu keluarga lama)
  3. KTP suami-istri
  4. Foto selfie dengan KTP
  5. Buku nikah (Akta perkawinan)
  6. Lampirkan No.HP Aktif & Email aktif

Semua persyaratan tersebut di foto dan di kirimkan via WA (Whatshapp) sampai ada jawaban.

Berkas pengajuan anda telah kami proses dengan kode : xxxxxx
Silahkan datang ke kantor Disdukcapil, tanggal xxxxxx pada jam kerja (penerimaan berkas jam 08:00 – 12:00) dengan membawa semua berkas persyaratan dan menunjukkan WA ini kepada petugas yang bertugas di loket 1 (satu).
Mohon untuk tidak mewakilkan kepada orang lain, harus orangtuanya langsung (yang tercantum sebagai pelapor).
Terimakasih ??

Setelah sampai pada waktu yang di tentukan, kita harus datang ke kantor Disdukcapil dengan membawa berkas yang akan di cek secara fisik dan di verifikasi, bila dinyatakan komplit akan di beri 1 lembar kertas yang isinya jadwal pengambilan dokumen (sekitar 2-3 hari setelah berkas dinyatakan komplit).

Meskipun pelayanan secara online namun di sayangkan, masih di butuhkan kedatangan fisik selama 2 kali (2 hari kerja), pada saat verifikasi berkas pengajuan dan pengambilan dokumen yang sudah jadi.

Catatan penting;

  • Jangan lupa membawa berkas-berkas asli sebagai bukti, dan di copy.
  • Lama pelayanan (update) 7 hari 3 hari kerja.
  • Loket yang di buka hanya 1 loket (dengan 2 jendela yang berhimpitan)
  • Revisi berkas, penerimaan berkas dan pengambilan dokumen di jendela yang sama (sering terjadi penumpukan orang di depan loket)
  • Tidak ada loket khusus informasi, sehingga masyarakat yang belum tahu atau terlanjur datang ikut berkerumun di depan loket.
  • Masyarakat yang datang cenderung mengabaikan protocol kesehatan (tidak jaga jarak pada saat antri, di depan loket ataupun pada saat duduk di ruang tunggu)
  • Pakai jaket, atau topi dan face shield bila perlu
  • Bawa alat tulis sendiri
  • Tidak ada nomer antrian
  • Tidak ada pengaturan jarak antrian
  • Tidak ada petugas yang mengatur antrian
  • Tidak ada petugas yang menjaga protocol kesehatan (tidak ada scan panas tubuh, tidak ada yang mengatur tempat duduk di ruang tunggu)
  • speaker rusak, (suara petugas tidak terdengar dengan baik saat memberikan pengumuman)

Semoga dapat memberikan informasi.