Di saat kakimu terluka dan kemudian terjatuh, hal tersebut tidak menghentikanmu untuk segera bangkit dan terus berlari.

Sore itu langit sungguh cerah, sore yang selalu kita tunggu dan nanti-nantikan di setiap harinya, sore yang selalu menyambut senyuman dan mengajak kita untuk segera berlari menuju sebuah tanah lapang di dekat rumah.

Bahkan ketika leukemia datang menghantam 13 tahun yang lalu, engkau tetap ingin berlari, semangatmu untuk terus hidup dan bermain bola tidak pernah memudar.

Pakaian yang kita kenakan berkelebat menembus deru suara angin, teriakan kita memecah mencapai titik yang terjauh. Di musim panas dan di musim penghujan, atau di saat hanya ada kita berdua saja yang bermain di jalanan berbatu serta berdebu di depan halaman rumah, hal tersebut bukanlah sebuah persoalan.

Semangatmu memberikan sebuah inspirasi untuk tidak mudah menyerah. Di dalam segala sesuatu yang akan datang mendera pada waktunya, juga tentang gegap gempita yang akan selalu kita impikan.

Banyak memori yang tiba-tiba hadir, memunculkan kembali kenangan di masa yang telah berlalu, ada suka, begitu pula kesedihannya, hal-hal yang tidak bisa kita lakukan bersama.

Dan untukmu yang sudah berada di sana, tenang damailah di sorga, engkau akan selalu bersama dengan kami, berada di hati kami, Tuhan pun menyayangimu.

Foto bersama CA. 1991
Foto bersama CA. 1991